PEMBENIHAN LOBSTER AIR TAWAR
PEMBENIHAN
LOBSTER AIR TAWAR
KARYA
TULIS
disusun dalam rangka memenuhi sebagian syarat
mengikuti Ujian Nasional
pada SMP Pangudi Luhur Ambarawa Tahun Pelajaran
2011/2012
oleh:
Nama : DANIEL KAWALO
Kelas : IX E
Nomor
Peserta : 30-234-157-4
SMP PANGUDI
LUHUR AMBARAWA
2012
HALAMAN
PENGESAHAN
Karya tulis berjudul “Pembenihan Lobster Air Tawar” yang disusun dalam
rangka memenuhi sebagian syarat mengikuti Ujian Nasional pada SMP Pangudi Luhur
Ambarawa Tahun Pelajaran 2011/2012 oleh:
Nama : Daniel Kawalo
Kelas : IXE
Nomor peserta : 30-234-157-4
dinyatakan telah sah dan memenuhi
sebagian syarat mengikuti Ujian Nasional.
Ambarawa, Maret
2012
Guru Pembimbing,
Drs. Nikolas Sukarman
HALAMAN
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
“ Aku mengucap
syukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena
Ia menganggap aku setia dan
Mempercayakan pelayanan
ini kepadaku”
( 1 Timotius 1 : 12-17 )
“Cinta
bukan berasal dari orang lain, tapi dari hati kecil yang kita miliki”
(Daniel
k.)
Karya tulis
sederhana ini
penulis
persembahkan sepenuhnya kepada orang-orang yang selama ini mendukung
yang setia
menemani penulis menyelesaikan karya tulis ini.
KATA
PENGANTAR
Penulis
panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan karena atas segala rahmat dan karunia-Nya, penulis
dapat menyelesaikan penyusunan karya tulis ini tepat pada waktunya. Karya tulis berjudul “Pembenihan Lobster Air Tawar”
ini disusun dalam rangka memenuhi tugas akhir sebagai
syarat mengikuti Ujian Nasional.
Sehubungan
dengan terselesaikannya karya tulis ini, tepatlah kiranya bila pada kesempatan
ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.
Br. Agustinus Sudarmadi, M.Pd, FIC;
selaku Kepala Sekolah,
2.
Drs. Nikolas Sukarman; selaku Guru
Pembimbing,
3.
M. Retno Hidayati; selaku pustakawati,
4. Mommy,
5.
Rekan-rekan seperjuangan di kelas IXE,
atas segala bantuan dan
dukungannya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini.
Penulis
menyadari sepenuhnya bahwa karya tulis ini masih memiliki banyak kekurangan.
Oleh karena itu, segala kritik dan saran membangun dari semua pihak sangat
penulis harapkan.
Akhirnya,
karya tulis sederhana ini penulis persembahkan kepada segenap pembaca. Meski
hanya sebersit, penulis berharap ada manfaat yang dapat dipetik dari karya
tulis ini.
Penulis
DAFTAR
ISI
Halaman judul …………………………………………………………………………… i
Halaman pengesahan …………………………………………………………………… ii
Halaman motto dan persembahan ………………………………………………… iii
Kata Pengantar
………………………………………………………………………….. iv
Daftar Isi …………………………………………………………………………………….. v
Daftar Tabel .........................................................................................................................
vi
Daftar Gambar ....................................................................................................................
vii
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah ………………………………………………………….. 1
B.
Tujuan
Penulisan ………………………………………………………………....
1
C.
Manfaat
Penulisan ………………………………………………………………..
1
D.
Rumusan
Masalah ……………………………………………………………….. 2
BAB II PEMBAHASAN
- Pembenihan
Lobster Air Tawar Dengan Lahan Dan
Modal Terbatas ………………... 3
- Biologi
Lobster Air Tawar …………………………………………………………….. 4
C.
Sarana
Pembenihan Lobster Air Tawar …………………………………………7
D.
Pakan
Lobster Air Tawar ………………………………………………………. 9
E.
Penyiapan
Induk ……………………………………………………………….. 13
F.
Proses
Pembenihan …………………………………………………………….. 15
G.
Pengendalian
Hama dan Penyakit ………………………………………………18
BAB III PENUTUP
A.
Simpulan
…………………………………………………………………………. 19
B.
Saran
……………………………………………………………………………… 20
DAFTAR PUSTAKA
…………………………………………………………………………. 21
DAFTAR
TABEL
Tabel
1.
Bahan-bahan
pembuatan pakan lobster dan kandungan gizinya …
Tabel
2. Contoh Komposisi Pakan buatan …………………………………..
DAFTAR
GAMBAR
Gbr 01. Lobster air tawar kelamin
jantan
Gbr. 02. Anatomi kelamin lobster
air tawar, kiri betina dan kanan jantan
Gbr.
O3. Beberapa induk jantan yang
tergolong berkualitas
Gbr.
04. Burayak yang sudah berumur 2 minggu
Gbr.
O5. Beberapa lobster jantan, siap di
pijah
Gbr.
06. Lobster betina yang sedang melepaskan
telurnya
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Lobster
air tawar mulai semarak dibudidayakan di Indonesia sejak awal tahun 2000.nah,
inilah yang mendorong untuk dibuat sebagai bahan KTI. Disamping itu, pembuatan
KTI ini tentang “ PEMBENIHAN LOBSTER AIR TAWAR “ bertujuan untuk memudahkan
bagi apra peternak pemula agar dapat berternak denagn benar dan sebagai
pembanding bagi para peernak lobster yang lebih tahu.
Ada
beberapa keuntungan yang dapat diraup dalam berternak lobster. Mudah dalam
perawatannya, tidak membutuhkan dana yang banyak, dapat di budidayakan di pekarangan rumah dan dapat pula di
budidayakan di lahan yang kecil seperti aquarium terlebih berternak lobster
dapat mengembalikan modal dengan keuntungana yang cukup besar, apa bila itu di
tekuni dengan benar.
B.
Tujuan
Penulisan
Memberiakan
informasi seputar pembenihan lobster air tawar kepada peternak pemula secara
terperinci dan mudah di pahami.
C.
Manfaat
Penulisan
Diharapkan, karya tulis ini dapat bermanfaat
bagi banyak pihak khususnya bagi para peternak pemula agar lebih memahami
seputar pembenihan lobster air tawar. Dan, sebagai pembelajaran yang lebih
mudah dalam berternak lobster air tawar.
D.
Rumusan
Masalah
A. Bagaimana
cara pembenihan lobster dengan lahan dan modal terbatas.
B. Bagaimana
Biologi lobster air tawar.
C. Apa
saja sarana pembenihan lobster air tawar.
D. Apa
saja pakan lobster air tawar.
E. Bagaimana
penyiapan induk.
F. Bagaimana
proses pembenihan.
G. Bagaimana
cara pengendalian Hama dan Penyakit.
BAB
II
PEMBENIHAN
LOBSTER AIR TAWAR
A. Pembenihan Lobster Air Tawar Dengan Lahan Dan
Modal Terbatas
Pembenihan lobster ar tawar tidaklah terlalu
sulit, dengan bermodal awal sebuah aquarium atau lahan lain yang dapat digunakan untuk
menampung air sebanyak 5 liter ataupun selebihnya. Selanjutnya, sediakan 2 set
induk atau 10 ekor betina dan 6 ekor jantan ukuran 10 cm dengan asumsi harga
induk Rp. 500.000/set, berarti modal yang diperlukan untuk induk adalah Rp.
1.000.000,00. Induk betina berukuran 10 cm dapat bertelur 3-4 kali dalam
setahun dan selama hidupnya bertelur sebanyak 10-13 kali. Dengan demikian
setiap bulannya minimal akan menghasilkan 200 ekor benih. Bila harga jual benih
Rp. 1.500/ekor, maka keuntungan yang dapat dalam satu bulan adalah Rp.
3.000.000, namun ini dapat berubah sesuai dengan permintaan.
B.
Biologi
Lobster Air Tawar
1. Anatomi
Tubuh lobster air tawar
terdiri dari bagian kepala yang disebut Chepalotharax
dan badan atau perut yang disebut abdomen.
Seluruh tubuhnya diliputi cangkang keras yang terbuat dari zat tanduk. Cangkang
lobster akan mengelupas dan diganti
dengam yang baru seiring dengan pertumbuhannya.
(Lim Cie
Wie, Kusman)
1. Kelamin
Jantan
Pada lobster air
tawar jantan terutama jenis red claw umumnya
terdapat tanda merah di bagian luar kedua ujung capitnya. Namun, warna ini
tidak terbentuk bila capitnya masih kecil. Untuk memastikan bahwa lobster
tersebut berkelamin jantan bila dilihat dari kakinya. Alat kelamin jantan
berbentuk seperti sepasang tonjolan yang terlihat jelas menempel pada kaki yang
paling mendekati badan.
Gbr 01. Lobster air tawar kelamin
jantan
2. Kelamin
Betina
Lobster red claw betina tidak memiliki tanda
merah di kedua capitnya. Alat kelamin betina ditandai dengan adanya dua bulatan
pada kaki ketiga di hitung dari ekor. Sama dengan kalamin jantan, kelamin
lobster betina juga harus sepasang.
Gbr. 02. Anatomi kelamin lobster
air tawar, kiri betina dan kanan jantan
3. Kelamin
Ganda
Kelamin ganda atau intersex adalah adanya dua kelamin dalam
satu lobster, lobster berkelamin ganda terbentuk dari perkawinan antara
saudara(inbreeding). Ada beberapa
kombinasi kelamin ganda pada lobster :
·
Satu lobster memiliki sepasang kelamin
betina dan sepasang kelamin jantan.
·
Satu lobster memiliki sepasang kelamin
betina dan satu kelamin jantan.
·
Satu lobster memiliki sepasang kelamin
jantan dan satu kelamin betina, kelamin yang hanya tunggal ini bisa berada di
sebelah kiri atau kanan.
4. Lingkungan
Dihabitat aslinya,
lobster air tawar hidup di rawa-rawa, sungai dan danau air tawar. Lobster air
tawar merupakan spesies yang berasal dari daerah tropis jadi lobster air tawar
dapat bertumbuh dengan baik pada suhu 23-31oC. Jika berada dalam air
dengan temperature kurang dari 10oC dan lebih dari 36OC
maka lobster akan mati.
5. Sifat-sifat
Lobster
Lobster air tawar
mempunyai daya tahan hidup yang cukup tinggi. Berkelana adalah salah satu cirri
dari lobster air tawar, bila sedang ada di aquarium biasanya lobster memanjat
dinding aquarium. Dalam masanya lobster mengalami bebrapa pergantin cangkang
yang pertama adalah : Pramolting,
tahap ini di tandai dengan lobster kurang nafsu makannya, dan dilanjutkan
dengan kulit kepala yang mulai terangkat. Molting,
tahap untuk melepaskan bagian-bagian cangkang yang lain. Pascamolting, adalah fase untuk membuat kulitnya lebih keras
seperti masa sebelum molting.
(Lim
Cie Wie, Kusman)
C.
Sarana
Pembenihan Lobster Air Tawar
1. Wadah
pembenihan lobster
Dalam proses
pembenihannya, ada beberapa jenis wadah yang bisa digunakan. Pemilihan wadah
tersebut tentunya disesuaikan dengan dana dan lokasi. Berikut ini jenis-jenis
wadah yang bisa di gunakan untuk pembenihan di lingkungan seperti rumah.
a. Aquarium
Aquarium adalah wadah
yang sering digunakan, ada beberapa macam aquarium yang dibutuhkan. Aquarium
pemijahan, aquarium pengeraman dan aquarium penetasan.
b. Wadah
lain
Menggunakan
barang-barang didalam rumah yang dapat untuk menampung air yang cukup bayak,
misalnya: boks atau container, kolam
renang plastic, talang hujan.
c. Media
Persembunyian
Media persembunyian
merupakan perlengkapan yang penting dalam budidaya lobster air tawar, hal ini
di sebabkan karena sifat alamih lobster yang suka sembunyi. Ada beberapa brang
yang dapat digunakan: paralon atau pipa, batu bata roster, tali raffia, waring,
karung sayuran, bambu, dain-daunan, tanaman air dan ijuk.
2. Air
Air merupakan factor
penting dalam budidaya lobster air tawar. Air yang berkualitas baik akan
membuat pertumbuhan lobster manjadi baik dan terhindar dari penyakit. Factor
kualitas air yang perlu di perhatikan setiap minggu adalah pH, oksigen terlarut
dan kekeruhan air. Dan tak luput kandungan anomia juga harus diperiksa setiap
sebulan sekali. Kandungan anomia yang baik adalah kurang dari 0,05 mg/L. ada
bebrapa sumber air yang dapat diambil untuk budidaya lobster air tawar yaitu:
air sungai dan air tanah, namun perlu diperhatikan kebersihannya.
D.
Pakan
Lobster Air Tawar
Lobster air tawar
pemakan segalanya, berbagai bahan pakan dapat dijadikan pakan lobster. Ada
beberapa kriteria pakan yang baik untuk lobster, diantaranya adalah mengandung
gizi yang sempurna, memiliki aroma yang menarik bagi lobster, mampu
menghasilkan kulit lobster yang keras dan tidak mampu atau mudah merusak
kualitas air. Dan di haruskan kualitas pakannya juga stabil, tidak terlalu
banyak kandungan pakan.
1. Kebutuhan
nutrisi lobster
a. Protein
Protein merupakan
bagian yang paling mahal dalam komposisi bahan untuk pembuatan pakan, umumnya
protein untuk lobster air tawar adalah 20-49% dari seluruh nilai gizi. Perlu di
ketahui, protein yang banyak dapat mempercepat pertumbuhan lobster, namun dapat
merusak kualitas air.
b. Lemak
Lemak merupakan nutrisi
berebergi paling tinggi yang dapat digunakan sebagai penganti protein. Lemak
memberikan 2 kali lipat energi dari pada protein dan karbohidrat. Kadar lemak
yang baik adalah 0,5-1,2% dari total pakan yang ada.
c. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan
nutrisi yang murah dalam pakan sehingga dapat menekan biaya produksi.
Karbhidrat yang disimpan oleh glikogen di perlukan untuk memenuhi kebutuhan
energy dari lobster untuk pergantian kulit.
d. Vitamin
Vitamin diperlukan
lobster untuk pertumbuhan dan menjaga kesehatan. Vitamin dibagi menjadi 2
golongan, yaitu vitamin yang terurai dalam air dan yang terurai dalam lemak.
Vitamin yang ada didalam lemak adalah vit A, D, E, K dan retinol. Sedangkan
yang didalam air adalah B,C, biotin, inositol dan kolin.
2. Jenis
Pakan Lobster
a. Pakan
alami
Jenis Bahan
|
Komposisi Nilai Gizi (%)
|
|||||
Protein
|
Lemak
|
Karbohidrat
|
Serat
|
Air
|
Abu
|
|
Tepung ikan
|
22,65
|
15,38
|
-
|
1,8
|
10,72
|
26,65
|
Tepung rebon
|
59,4
|
3,6
|
3,2
|
-
|
-
|
11,41
|
Kepala ikan
|
53,74
|
6,65
|
0
|
-
|
-
|
7,72
|
Tepung bekicot
|
54,29
|
3,8
|
30,45
|
-
|
-
|
4,07
|
Telur ayam & itik
|
12,8
|
11,5
|
0,7
|
-
|
-
|
-
|
Susu lemak
|
35,6
|
1
|
52
|
-
|
-
|
-
|
Dedak
|
11,35
|
12,15
|
28,62
|
-
|
-
|
10,5
|
Sorgum/cantel
|
13
|
2
|
28,62
|
-
|
-
|
12,6
|
Tepung kedelai
|
39,6
|
14,3
|
29,5
|
2,8
|
-
|
5,4
|
Ampas tahu
|
23,55
|
5,4
|
26,92
|
-
|
-
|
5,4
|
Pakan alami sangat
penting bagi burayak terutama yang berukuran kurang dari 1 gram. Pakan alami
yang umumnya digunakan adalah kutu air, jentik nyamuk, cacing rambut, cacing
tanah, dan cacing darah.
Tabel
1.
Bahan-bahan
pembuatan pakan lobster dan kandungan gizinya
b. Pakan
buatan sendiri
Beberapa peternak memberikan pakan
berupa tepung rebon, tepung ikan, cacing worterl dan pakan komersial lain
seperti pelet merupakan pakan buatan
yang mudah dan praktis dalam pemberian pakan dan terlebih kebutuhan nutrisi
untuk lobster juga cukup.
Bahan
|
Tekanan
|
tepung ikan
|
100 g
|
tepung susu krim
(tampa gula)
|
250 g
|
tepung terigu
|
260 g
|
telur itik (kuning dan
putih telur)
|
10 butir
|
air tawar
|
250 ml
|
vitamin C
|
5 tablet
|
vitamin B kompleks
|
5 tablet
|
Vitamin A+D
|
50 tetes
|
Kalsidol
|
10 ml
|
Tetraskkin
(antibiotika)
|
5 kapsul
|
Tabel
2. Contoh Komposisi Pakan buatan
Sumber: Ahmad Mudjiman (2004)
Keterangan : Nilai protein pakan yang
dihasilkan 22%
E.
Penyiapan
Induk
Induk yang berkualitas
akan memberikan hasil yang maksimal, baik jumlah burayak yang dihasilkan maupun
pertumbuhan burayaknya. Peternak sebaiknya melakukan pemilihan induk untuk mendapatkan induk yang
baik.
1. Kriteria
induk berkualitas
induk yang
berkulitas biasanya sudah berukuran 50-70 gram, setelah dibesarkan dalam waktu
tidak lebih dari 6 bulan. Untuk mendapatkan induk yang berkualitas memang tidak
mudah, namun kita bisa mendapatkannya apabila kita pintar dalam membeli induk.
Gbr.
O3. Beberapa induk jantan yang
tergolong berkualitas
2. Cara
medapatkan induk berkualitas
Induk yang berkualitas
dapat diperoleh dengan cara membeli dan dengan cara perkawinan dengan lobster
yang sudah dimiliki, namun di himbau agar membeli induk dari tempat penjualan
lobster untuk menghidari hasil perkawinan sedarah yang dapat menghasilkan
lobster berkelamin ganda.
3. Tempat
Pisahkan lobster
yang sedang dalam proses mengandung, agar tidak terpengaruh oleh lobster lain,
dan apabila dalam perkembangan benihnya mudah dipahami.
Gbr.
04. Burayak yang sudah berumur 2 minggu
F.
Proses
Pembenihan
1. Pemijahan
Lobster akan melakukan
pemijahan pada suhu air 23-29oC dengan suhu optimum 27oC.
pecahayaan yang diperlukan minimal terang 12 jam dan gelap 12 jam.
Induk betian seberat 85
gram bisa menghasilkan telur 600 butir namun dalam masa inkubasi rata-rata
telur menghilang sebanyak 30%.
a. System
pemijahan
·
Pemijahan tunggal
Pemijahan tunggal
adalah pemijahan yang hanya mengunakan seekor induk jantan dan seekor induk
betina. Pemijahan tunggal biasanya dilakukan untuk menghasilkan calon induk
yang berkualitas.
·
Pemijahan masal
Pemijahan masal adalah
pemijahan yang dilakukan dengan memasukan lebih dari satu pasang lobster
kedalam satu wadah. Pemijahan missal lebih efektif untuk memproduksi benih yang
akan dibesarkan untuk kosumsi.
Gbr.
O5. Beberapa lobster jantan, siap di
pijah
b. Persiapan
dan proses pemijahan
Sebelum melakukan
pemijahan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan supaya pemijahan tersebut
bisa membuahkan hasil.
-
Ketinggian air dalam wadah pemijahan 30
cm
-
Gunakan media persembunyian paralon atau
roster
-
Suhu air harus terjaga 23-30oC
-
Oksigen terlarut harus 3ppm
-
Lingkungan tenang
Induk yang akan
dipijahkan sebaiknya dipilih yang sehat dan terlihat lincah.
c. Pengeraman
Telur yang keluar dan
menempel dipermukaan perut induk akan di erami sampai menjadi burayak. Induk
yang sedang mengerami di harapkan untuk dipindahkan, hari ke -7 adalah waktu
yang tepat untuk memindahkan induk. Masa pengeraman membutuhkan waktu selama
35-45 hari, tergantung pada suhu air, pada suhu air 28oC pengeraman
telur hanya berlangsung selama 35 hari. Perkembangan telur lobster yang terjadi
pada pengeraman dengan suhu 28oC adalah :
·
Telur berwarna ke abu-abuan
·
Telur berwarna oranye
·
Telur bermata, ditandai dengan adanya
titik hitam pada telur.
Gbr.
06. Lobster betina yang sedang melepaskan
telurnya
G. Pengendalian Hama dan Penyakit
Lobster air tawar memnag terkenal sebagai udang yang paling
tahan terhadap penyakit dibanding dengan jenis udang lain seperti udang galah,
udang wundu dan udang Vannamei. Namun, bukan berarti tidak ada penyakit yang
bisa menyerang lobster air tawar. Bahkan beberapa virus dapat menyebabkan
kematian pada lobster air tawar.
1. Penyakit
Banyak penyakit yang
telah diindetifikasi menginfeksi lobster air tawar. Penyakit – penyakit ini
terutama disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri.
2. Hama
Hama dalam budidaya
lobster air tawar umumnya berupa predator. Hama yang bisa menyerang lobster di
anatara lain tikus, ular, ikan air tawar, dan burung. Jenis ikan air tawar yang perlu dihindari adalah lele, gabus dan gurami yang
biasa memakan lobster yang sedang
berganti kulit. Serangan hama ini dapat di cegah dengaa memasang pagar berupa
jarring atau para net. Untuk mencegah serangan tikus, sebaiknya pilih bahan
pagar yang tidak mudah di lubangi olehnya, misalnya pagar beton.
.
BAB
II
PENUTUP
A. Simpulan
Kesimpulan
yang dapat ditarik adalah, analisa usaha diperlukan untuk memberikan gambaran
besarnya usaha yang diperlukan dalam usaha pembenuhan lobster air tawar yang
dilakukan. Dengan analisa ini dapat diketahui pual tingkat kelayakn usaha
tersebut, Berikut ini contoh analisa usaha yang dihitung dengan asumsi-asumsi
seperti berikut.
-
Analisa usaha dihitung untuk produksi 1
tahun pertama.
-
Induk yang digunakan 2 set(10 betina dan
6 jantan) dengan system pemijahan 2 betina : 1 jantan. Induk jantan yang belum
digunakan bias menjadi cadangan bila sewaktu-waktu ada induk jantan yang sedang
molting.
-
Setiap bulan diharapkan ada 2 ekor induk
yang bertelur. Setiap induk betina berbobot 50 gram akan menghasilkan telur
sebanyak 200-300 butir.
-
Penetasan telur hingga menetas
memerlukan waktu 5-6 minggu. Dengan demikian, setiap bulan ada 6 betina yang
sedang memijah, 2 ekor sedang mengeram, dan 2 ekor lagi telah menetaskan
telurnya.
-
Waktu pembesaran setiap burayak unutk
mencapai ukuran 2 inci adalah 2-3 bulan
-
Tingkat kepadatan burayak dalam kolam
pembesaran burayak adalh 100 ekor/m2.
-
Luas lahan 10 m2, sehingga
dapat dibuat 5 buah kolam pembesaran burayak berukuran 1 x 2 m.
B. Saran
Dalam
pembudidayan lobster air tawar, sebaiknya pembudidaya pemula memperhatikan
alam, cuaca dan suhu sekitar. Sebab ke-tiga hal ini dapat mempengaruhi
permbudidayaan lobster air tawar. Penulis juga mengharapan kritik dan saran
dari para pembaca yang budiman, mohon maaf apa bila ada kekurangan dalam
pemaparanya.
DAFTAR ISI
·
Wie, Kusman Lim cie, pembenihan Lobster Air Tawar , Jakarta:
PT Argomedia Pustaka, 2006
SITUS INTERNET
-
ambarawa-jawa.blogspot.com







Comments